Jumat, 26 November 2010

Anakku Pasar

Sajak perempuan menjadi mantra
Tak menembus kaca-kaca tampak sekali
Perempuan menyimpan pasar dalam rahimnya
Kelak melahirkan dua anak cukup saja
konsumsifime dan hedonisme
Subuh setelah menyiapkan sarapan
Perempuan membuat pasar
di bawah dapur
di pinggir sumur
di kolong-kolong rumah
Malam hari
Pasar pun ramai di cafe-cafe
di pinggir jalan
di balik kaca
Hinggapi penghujung subuh
Maaf sajak ini bukan berkelamin perempuan
Sajak ini menyimpan gelisah
Perempuan telah lelah dirumah tuhan,di seminar-seminar,dimedia massa
Juga pada kanfas sering kulukis deritamu
Perempuan tak menembus kaca-kaca

Bawah Kubah
Maret 2008

Berandai

Andaikan aku bisa menjadi
Andaikan aku seperti
Andaikan dia
Andaikan saja
Aku akan lebih baik
Menjadi yang terbaik di antara semua
Semua akan menjadi milikmu
Takkan ada yang salah
Tapi itu cuma
ANDAIKAN

Ewink Mappadeceng

Rabu, 17 November 2010

INDONESIA

Merah putih
Merah katanya berani
Putih katanya suci

Apakah benar merah putih ?
Adalah keberanian yang suci
Pertanyaan yang selalu menggangu kepalaku

Jika benar merah putih adalah keberanian
Yang suci
Mengapa merah putih itu harus ada
Dia atas tiang bambu yang rapuh
Mengapa merah putih itu harus
Disinari oleh sengat matahari
Mengapa merah putih itu harus
Dibasahi oleh derasnya hujan

Ya....bagaimana pun merah putih
Adalah kado dari kakek yang harus
Aku jaga dari sobekan
Karena sudah rapuh dan kusam.

Indra
08

Cerita Mimpi

Semalam rasa menakutkan
Saat cerita dalam mimpi
Datang lagi...
Kulihat diri ini tersenyum
Bertemu dengannya yang telah jauh
Mengajakku...
Membujukku...
Berjalan bersama menuju dunia yang beda
Rasanya takut
Berada dalam cerita mimpi malam ini
Dia membangnkan aku
Dalam tetesan air mata
Takut...
Aku takut saat tidur
Badai ini,
Tak dapat lagi terbangun
Untuk mengucapkan maaf untukmu.

Anya
2/9/08 KOLAKA

Ketidak Abadian

Yang bernama BUMI
Adalah mawar yang tak abadi
Hanya sekejap ia mereka
Dan ronanya menua dilahap nganga zaman
Sama selayak BULAN
Yang tak kikir dengan sinarnya,
Yang tak rakus menyulut BUMI
Dia masih berbagi dengan BINTANG
Untuk hidup dan menuangkan nafasnya
Kepada malam
Kepada aku....yang bernada
dan MATI

Veno Mahakesa
23/8/08 Mungkin dia anak itu...

AKU JALAN

Katanya melantang : AKULAH JALAN
Tidak ada aku,tidak ada Reformasi
Tidak ada aku,tidak ada Surga
Tidak ada aku,tidak ada Kebenaran
Tidak ada aku,tidak ada Lampu
Tidak ada aku,tidak ada Kecoa
Tidak ada aku,tidak ada Kau

Pernah laras menghentakku
Kuminum semua darah
Malari '74 terkulai di atasku
Amarah '96 terkapar di ruasku
Semanggi '98 terkubur di langitku

Kata orang yang di atasku adalah jalang
Aku terima
Karena ada aku ada kau
Karena ada kau ad aku

Zainul aB.sY.And
06

SAUDARAKU

Berdiri beriringan...
Menatap lembayung senja,perlahan redup
Sambil dibelai hebusan rindu angin sore ini
Di benakku berjuta pikiran bercerita
Yang tak kupahami maknanya
Sebab yang kupahami saat ini,di atas
Kebenaran_NYA.Hanya kerinduan
Lembah terhadap bebukitan,
Malam terhadap bintangnya
Siang terhadap panasnya
Apakah pikiranku sejalan dengan pikiranmu,
Yang terdiam disisi kiriku ?
Senyum,Tawa,bahkan tangis pun tak
Tergaris dikampas wajahmu
Atau Egokah diriku yang telah mengintip
Kampas,di celah rambutmu yang terurai lembut
Berikan jawaban atasku....Meski sekedar anggukan
Agar tak kuikuti arus aliran sungai
Yang terpampang jelas di kedua jendela jiwaku

Aron Kazalik
24/10/08